Loading...

SITI online self diagnose hepatitis merupakan prototipe aplikasi dan layanan sistem diagnosa penyakit hepatitis secara online dan mandiri (online self diagnose) berbasis web dengan menggunakan konsep sistem pakar (expert system) menggunakan algoritma Case Based Reasoning (CBR) berbasis Artificial Intelligence (AI). SITI dibangun untuk membantu masyarakat umum di dalam melakukan diagnosa hepatitis secara online dan swadaya atau mandiri, melalui gejala-gejala yang dialami, untuk kemudian sistem akan mencocokkannya dengan relasi sesuai kriteria gejala dan kriteria hepatitis (Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, Hepatitis E, Hepatitis Akut, Hepatitis Kronis, Hepatitis Autoimun, Hepatitis Neonatal). Pengembangan SITI juga dilakukan untuk membantu penanganan hepatitis di masyarakat akibat kurangnya diagnosa awal, kurangnya informasi kesehatan, serta kurangnya sarana dan prasana kesehatan pendukung.

Hepatitis merupakan penyakit peradangan

pada organ hati yang jika dibiarkan dapat memicu terjadinya kanker hati. Diperlukan diagnosa awal, pencegahan, penanganan, dan pengobatan yang berkelanjutan untuk beragam jenis hepatitis (A, B, C, D, E, akut, kronis). Pengobatan hepatitis tergantung dari kondisi penderita. Apabila kondisi penderita adalah akut, pengobatan memerlukan waktu kurang dari 6 bulan. Namun jika terkategori kronis, penderita harus menjalani perawatan lebih dari 6 bulan. Parah tidaknya kondisi hingga bisa terkategori akut atau kronis pun sangat bergantung pada jenis hepatitis.

Sangat penting untuk mengetahui cara penularan hepatitis dari orang ke orang. Cara penyakit ini menular cukup bervariasi, tergantung jenisnya. Dua cara penularan utama adalah kontak dengan darah yang terinfeksi, atau cairan tubuh lainnya dan kontak dengan kotoran yang terinfeksi.

Asupan Makanan dan Minuman

Selain memahami bagaimana cara penyebaran hepatitis dari satu orang ke orang lain, anda juga perlu untuk memperhatikan asupan makanan dan minuman. Setiap harinya, diperlukan asupan makanan dan minuman bergizi. Buah dan sayuran segar, air, susu, nasi dan sumber karbohidrat lainnya, harus seimbang setiap hari. Asupan makanan dan minuman yang seimbang dan bergizi, akan meningkatkan sistem kekebalan (imun) tubuh.

Selain pola hidup sehat dan asupan makanan minuman bergizi, anda juga perlu untuk melakukan olahraga secara teratur. Olahraga dapat dilakukan kapan saja dan ringan. Berjalan kaki, menggerakkan tubuh sebentar, hingga jogging dan fitnes, dapat anda sesuaikan dengan kemampuan tubuh, kondisi tubuh, dan waktu luang anda. Setidaknya, meluangkan waktu 5 menit hingga 30 menit untuk berolahraga setiap harinya, akan membantu meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh anda.

Mencegah Penularan Hepatitis dan Melindungi Diri

Rajin mencuci tangan
Menerapkan pola hidup sehat (olahraga teratur, istirahat yang cukup, makanan dan minuman bergizi)
Menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan badan
Hindari makanan mentah terlebih yang terkontaminasi